Beijing - Sebuah insiden yang mengganggu keamanan terjadi di kompleks Kedutaan Besar China di Tokyo, Selasa lalu. Seorang pria berhasil menerobos masuk. Yang menarik, pelakunya ternyata seorang letnan dua dari Pasukan Bela Diri Jepang. Dia ditangkap di lokasi oleh staf kedutaan, dan sebuah pisau berbilah 18 cm berhasil diamankan. Untungnya, tak ada korban luka.
Namun begitu, respons Beijing jauh dari kata tenang. Dalam konferensi pers di hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan protes keras. Suaranya tegas.
Menurut Lin, kejadian ini juga memperlihatkan buruknya kebijakan pemerintah Jepang dalam menangani isu-isu sensitif hubungan bilateral kedua negara.
Di sisi lain, informasi dari kepolisian setempat mengungkap detail yang mencemaskan. Pelaku disebut memanjat dinding kedutaan dengan membawa senjata tajam itu. China pun tak tinggal diam. Mereka sudah mengajukan protes resmi melalui jalur diplomatik, baik di Beijing maupun Tokyo.
China mendesak Jepang untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban penuh. Lin juga menyentuh soal disiplin Pasukan Bela Diri Jepang yang dinilainya bobrok.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw