Yudi Gromiko
TVRINews, Sumatera Selatan
Jalur penghubung yang vital di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mendadak terputus. Penyebabnya, sebuah jembatan ambruk diterjang arus sungai yang ganas. Kejadian ini melanda Desa Mura Kumbang, Kecamatan Kandis, tepatnya di jalur yang menghubungkan wilayah Kandis dengan Kecamatan Rantau Alai.
Bayangkan, jembatan sepanjang kira-kira 10 meter itu tiba-tiba lenyap. Padahal, itu adalah urat nadi warga. Bukan cuma untuk keperluan sehari-hari antar desa, tapi juga jadi akses penting menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sekarang, tinggal puing-puingnya saja.
Lantas, apa yang terjadi? Menurut informasi yang beredar, debit air Sungai Ogan yang melonjak drastis jadi biang keroknya. Arus deras itu menggerogoti pondasi jembatan tanpa ampun, hingga akhirnya tanah di bawahnya longsor dan badan jembatan pun rubuh tak tertahankan.
Dampaknya langsung terasa. Warga yang terjebak di kedua sisi terpaksa berpikir cepat. Mereka pun bergotong royong, menyusun bambu-bambu menjadi jembatan darurat. Hasilnya? Hanya bisa dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor itupun dengan sangat hati-hati. Untuk mobil atau kendaraan roda empat? Lupakan saja. Sama sekali tidak bisa lewat.
Kondisi darurat ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, langsung angkat bicara.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang melintas agar dilakukan pada siang hari saja, karena kondisi penerangan yang minim pada malam hari sangat berbahaya," tegas Bagus, Rabu (25/3/2026).
Di sisi lain, harapan mulai muncul dari pihak berwenang. Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir sudah angkat bicara dan berjanji akan segera melakukan perbaikan. Tujuannya jelas: memulihkan akses transportasi warga agar kembali normal secepat mungkin.
Harapan itu pula yang digantungkan warga setempat. Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar tumpangan. Ini adalah jalur utama penopang ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Mereka pun menunggu tindakan nyata, sebuah penanganan cepat yang tak sekadar wacana.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang, Lansia Paling Terdampak
Pemkab Bogor Pecahkan Rekor MURI 2.000 Pemain Karinding di HJB ke-544
Tiga Pencuri Tembaga Menara PLN di Mamuju Dibekuk, Kerugian Capai Rp80 Juta
Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan Sekitar 1.000 Orang dalam Sebulan