Dalam konferensi pers yang digelar di kediaman dinasnya di Menteng, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menyampaikan pandangan tajam terkait dinamika di Timur Tengah. Sorotannya utama tertuju pada Iran. Menurutnya, narasi yang berkembang belakangan ini kerap terpusat pada aksi Amerika Serikat atau Israel terhadap Iran. Padahal, ada sisi lain yang justru luput dari perhatian.
"Tapi tidak ada, sangat sedikit sekali yang mengangkat isu ini," ujarnya, Selasa malam (24/3/2026).
Terutama, lanjutnya, serangan yang dilakukan Iran sendiri terhadap negara-negara Teluk, dengan Kerajaan Arab Saudi sebagai salah satu sasaran.
Faisal kemudian membeberkan perbandingan yang cukup mencengangkan. Ia menyebut bahwa serangan Iran ke Israel, yang sedang berkonflik, hanyalah bagian kecil dari total aksi militernya. Sebagian besar justru diarahkan ke tetangga terdekatnya sendiri di kawasan.
"Kalau kita persentasekan bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran ke Israel itu hanya 15, sementara serangan Iran yang dilakukan terhadap negara-negara tetangganya di kawasan hampir melebih daripada 85," jelas Faisal dengan nada tegas.
Hal ini dinilainya ironis. Bagaimana tidak? Pemerintah Iran kerap menyuarakan seruan solidaritas kepada negara-negara muslim di sekitarnya. Namun di saat yang sama, justru mereka yang menjadi target serangan.
"Tapi Iran sendiri melakukan serangan terhadap negara muslim dan dilakukan pada bulan puasa, bulan suci, bulan penuh keberkahan, dan Iran melakukan itu," tandasnya.
Pernyataan Dubes Faisal ini menyiratkan kritik keras. Ia seolah ingin mengoreksi persepsi global yang menurutnya tidak seimbang. Bagi Arab Saudi, ancaman nyata justru datang dari arah yang selama ini mungkin kurang disorot media internasional.
Artikel Terkait
Sungai di Tarakan Tercemar Oli Bekas, PDAM Setop Produksi Air Bersih, 15.000 Pelanggan Terdampak
Sejarah Panjang di Balik Tradisi Pakaian Hitam saat Pemakaman
Persija vs Persib: Laga Penentu Gelar Juara BRI Super League 2025/2026
Rusia Hapus Pameran Alutsista Berat dari Parade Kemenangan di Moskow untuk Pertama Kalinya dalam 19 Tahun