“Makanya, persiapan harus benar-benar matang.”
Di sisi lain, persoalan tak cuma soal kesiapan SDM. Sarana dan prasarana pendukungnya juga harus dipastikan. Infrastruktur digital seperti akses internet dan listrik di daerah-daerah, itu masalah klasik yang belum sepenuhnya tuntas. Data dari Kemendikdasmen di tahun 2025 mencatat, meski sudah ada penyaluran puluhan ribu perangkat digital ke satuan pendidikan, penyediaan akses internet dan listrik masih terbatas pada ribuan titik saja.
Belum lagi soal kemampuan guru. Punya alat canggih saja tidak cukup. Para pengajar harus benar-benar terampil mengoperasikan dan mengelola perangkat itu. Tanpa itu, alat cuma jadi pajangan.
Karena itu, Rerie berharap kolaborasi kuat terbangun antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Semua pihak harus bergerak bersama.
“Keberlanjutan proses belajar yang berkualitas itu penting banget,” pungkasnya.
“Ini soal masa depan anak bangsa, agar mereka bisa bersaing di kemudian hari.”
Artikel Terkait
AS Siap Kerahkan Ribuan Pasukan Elite ke Timur Tengah untuk Operasi Melawan Iran
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina
Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang
Kemhan dan TNI Siapkan Efisiensi BBM untuk Antisipasi Gejolak Global