Polsek Cileungsi Gunakan Drone untuk Pantau Arus Mudik dan Wisatawan di Jalan Alternatif Cibubur

- Rabu, 25 Maret 2026 | 08:55 WIB
Polsek Cileungsi Gunakan Drone untuk Pantau Arus Mudik dan Wisatawan di Jalan Alternatif Cibubur

Sejak awal Lebaran, suasana di Jalan Alternatif Cibubur, Cileungsi, memang ramai. Tak cuma oleh pemudik yang balik ke Jakarta, tapi juga oleh wisatawan yang membanjiri tempat-tempat rekreasi di sana. Nah, untuk mengawasi situasi ini, Polsek Cileungsi punya cara yang cukup modern. Mereka tak hanya menurunkan anggota di jalan, tapi juga mengerahkan drone untuk memantau dari langit.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan langkah ini pada Rabu (25/3/2026).

"Fokus kami adalah mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama yang menuju sentra kuliner dan wisata air di wilayah ini. Untuk memastikan data di lapangan akurat, kami terjunkan unit drone. Tujuannya, memantau titik-titik hambat secara real-time dari udara," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan drone ini terbukti efektif. Dari ketinggian, sumber kemacetan bisa dipetakan dengan cepat. Apakah itu karena volume kendaraan yang membludak, atau karena aktivitas keluar-masuk kendaraan di area wisata yang padat.

"Jadi, kami punya dua mata. Satu di darat, satu lagi di udara. Dengan drone, kami bisa langsung melihat pokok masalah dan segera melakukan rekayasa lalu lintas," tambah Edison.

Di sisi lain, personel juga disebar di titik-titik rawan seperti Tunggilis dan Bukaka. Dua lokasi itu dikenal sering menjadi episentrum kepadatan saat musim liburan seperti sekarang.

Hasilnya? Sejauh ini, upaya itu membuahkan hasil yang cukup baik.

"Alhamdulillah, situasi lalu lintas di wilayah hukum kami kondisinya ramai lancar," pungkas Kapolsek.

Dari pantauan udara, arus dari arah Tunggulis menuju simpang Bukaka terpantau stabil. Meski aktivitas wisatawan di wahana air cukup tinggi, sirkulasi kendaraan tetap berjalan tertib. Tentu saja, semua itu tak lepas dari pengawasan ketat petugas, baik yang di bawah maupun yang lewat layar monitor dari gambar drone.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar