Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang

- Rabu, 25 Maret 2026 | 08:45 WIB
Damkar Tanjung Uban Peringatkan Bahaya Karhutla di Musim Angin Kencang

Cuaca panas dan angin kencang yang melanda Bintan belakangan ini bukan cuma bikin gerah. Kondisi itu justru meningkatkan ancaman bahaya yang jauh lebih serius: kebakaran hutan dan lahan. Di Tanjung Uban, peringatan keras disampaikan oleh petugas Damkar setempat. Mereka mengingatkan, membakar lahan secara sengaja itu bukan main-main konsekuensinya.

“Bagi masyarakat yang butuh pertolongan kebakaran, silakan menghubungi nomor telepon Damkar Tanjung Uban 07714651295 atau WhatsApp 0831 4066 2233,” ungkap Kepala UPTD Damkar setempat, Panyodi, Rabu (25/3/2026).

Peringatannya jelas. Ancaman hukumannya mengerikan, bisa sampai sepuluh tahun penjara plus denda Rp10 miliar. Aturan itu tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jadi, buat yang iseng bakar-bakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, pikirkan lagi risikonya. Bisa berurusan panjang dengan yang berwajib.

Imbauan ini bukannya tanpa alasan. Menurut Panyodi, membakar sampah atau lahan sembarangan di musim seperti sekarang ibarat menyulut bara dalam sekam. Api bisa dengan mudah menjalar, tak terkendali, dan akhirnya membahayakan permukiman warga di sekitarnya.

Kekhawatiran mereka nyata. Sehari sebelumnya, Selasa (24/3) sore, petugas sudah berjibaku memadamkan kobaran api di sebuah lahan di Desa Sebong Pereh, Teluk Sebong. Laporan pertama datang dari seorang warga bernama Suradi sekitar pukul lima lewat sedikit sore hari.

“Api baru selesai dipadamkan sekitar pukul 20.46 WIB,” kata Panyodi menceritakan peristiwa itu.

Lahan yang hangus terbakar itu milik seorang warga bernama Siunuan, yang ternyata berdomisili di Tanjung Uban. Sampai sekarang, apa yang memicu kobaran api di lahan tersebut masih menjadi tanda tanya. Pihak Damkar sendiri belum bisa memastikan penyebab pastinya.

Namun begitu, ada kabar baik dari insiden yang merusak itu. “Tak ada korban jiwa maupun materiil dalam peristiwa ini,” ujar Panyodi melegakan.

Meski begitu, kejadian ini jadi pengingat yang cukup keras bagi semua pihak. Di tengah cuaca ekstrem, satu percikan api kecil saja bisa berakibat fatal. Damkar Tanjung Uban pun siap siaga. Mereka berharap masyarakat tak segan menghubungi jika melihat tanda-tanda kebakaran, sebelum segalanya terlambat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar