Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina

- Rabu, 25 Maret 2026 | 08:45 WIB
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, 6 di Antaranya Pengungsi Palestina

Serangan udara Israel di Lebanon selatan menorehkan duka yang dalam. Menurut laporan media pemerintah setempat, sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan tersebut. Yang memilukan, enam dari korban jiwa itu adalah pengungsi Palestina.

Kejadian ini terjadi Rabu (25/3/2026). Dari informasi yang berhasil dihimpun, enam korban pertama jatuh di wilayah sekitar Sidon Selatan, tepatnya di kota Adloun dan kamp pengungsi Mieh Mieh. Sementara tiga korban lainnya tewas dalam serangan terpisah di kota Habboush.

“Serangan musuh Israel” di Adloun menewaskan empat orang, demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon yang mengutip kementerian kesehatan. Sedangkan di kamp Mieh Mieh, serangan terhadap sebuah apartemen merenggut dua nyawa dan melukai empat orang lainnya.

Di Habboush, situasinya tak kalah tragis. Serangan itu disebut-sebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai belasan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari militer Israel. Namun, eskalasi ini sepertinya bukan hal yang mengejutkan. Israel memang telah berulang kali memperingatkan akan meningkatkan serangan di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai benteng kelompok Hizbullah.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan terpisah mengonfirmasi bahwa pasukannya menargetkan infrastruktur militer Hizbullah.

“Kami melakukannya dengan kekuatan yang semakin meningkat di seluruh area,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga sipil untuk segera menjauh dari lokasi konflik. “Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi,” pesan Adraee.

Konflik ini seakan mengulang sejarah kelam. Israel pernah menduduki Lebanon selatan selama hampir dua puluh tahun sebelum akhirnya menarik diri di tahun 2000. Kini, mereka kembali menyatakan akan mengamankan wilayah perbatasan hingga ke Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari garis perbatasan.

Dampaknya sungguh luas. Catatan otoritas Lebanon menyebut kampanye militer Israel telah menewaskan lebih dari seribu orang di sana. Lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka.

Di sisi lain, warga Israel di wilayah utara juga hidup dalam ketakutan. Sirene serangan udara terus berbunyi, memaksa mereka berlindung. Pada hari Selasa, seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan roket yang diduga berasal dari Lebanon.

Semua ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang semakin memanas. Israel memang tengah gencar melancarkan serangan terhadap Hizbullah, kelompok militan yang didukung oleh Iran. Puncaknya adalah serangan roket Hizbullah awal Maret lalu, yang semakin menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar