Serangan udara Israel di Lebanon selatan menorehkan duka yang dalam. Menurut laporan media pemerintah setempat, sembilan orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan tersebut. Yang memilukan, enam dari korban jiwa itu adalah pengungsi Palestina.
Kejadian ini terjadi Rabu (25/3/2026). Dari informasi yang berhasil dihimpun, enam korban pertama jatuh di wilayah sekitar Sidon Selatan, tepatnya di kota Adloun dan kamp pengungsi Mieh Mieh. Sementara tiga korban lainnya tewas dalam serangan terpisah di kota Habboush.
“Serangan musuh Israel” di Adloun menewaskan empat orang, demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon yang mengutip kementerian kesehatan. Sedangkan di kamp Mieh Mieh, serangan terhadap sebuah apartemen merenggut dua nyawa dan melukai empat orang lainnya.
Di Habboush, situasinya tak kalah tragis. Serangan itu disebut-sebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai belasan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari militer Israel. Namun, eskalasi ini sepertinya bukan hal yang mengejutkan. Israel memang telah berulang kali memperingatkan akan meningkatkan serangan di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai benteng kelompok Hizbullah.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan terpisah mengonfirmasi bahwa pasukannya menargetkan infrastruktur militer Hizbullah.
Artikel Terkait
Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan
Pramono Anung dan Rano Karno Gelar Halalbihalal dengan Ribuan ASN di Balai Kota
Dubes Saudi Soroti Mayoritas Serangan Iran Arah ke Negara Tetangga, Bukan Israel
Harga Emas Antam Naik, Buyback Melonjak Rp27 Ribu per Gram