Rencana pemerintah menghemat BBM lewat sekolah daring lagi? Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat angkat bicara. Menurutnya, opsi itu memang bisa jadi solusi, tapi jangan asal comot dari laci. Persiapan matang mutlak diperlukan. Kalau tidak, ya hasilnya bakal mengecewakan. Proses belajar mengajar harus tetap berkualitas, meski lewat layar.
“Niatnya baik, sih. Tapi langkah teknisnya harus komprehensif,” ujar Rerie, sapaan akrabnya, dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa lalu.
“Semua kebijakan, dari kementerian pusat sampai pemda, harus disinkronkan. Pokoknya, jangan sampai ada satu anak pun yang hak belajarnya hilang gara-gara kebijakan ini,” tegasnya.
Gagasannya sendiri muncul dari pernyataan Menko PMK Pratikno pekan lalu. Strategi penghematan BBM, salah satunya, akan menyentuh sektor pendidikan. Caranya? Dengan mengaktifkan lagi sistem pembelajaran daring seperti era pandemi dulu.
Namun begitu, Rerie mengingatkan. Rencana ini harus benar-benar dipahami oleh para pelaksana di lapangan. Jangan sampai salah kaprah. Pengalaman pahit selama PJJ dulu wajib jadi bahan evaluasi. Saat itu, banyak guru yang kelabakan, orang tua kewalahan, dan ujung-ujungnya kualitas belajar siswa anjlok.
“Jangan sampai kesalahan yang sama terulang,” kata politikus NasDem itu.
Artikel Terkait
Matthias Sammer Sarankan Nico Schlotterbeck Bertahan dan Jadi Pemimpin Era Baru Dortmund
Iran Klaim 12 Tewas dalam Serangan Balasan Israel di Selatan Teheran
AS Pertimbangkan Ketua Parlemen Iran Ghalibaf Sebagai Mitra Potensial
Menteri dan Seskab Pantau Arus Balik Lebaran, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret