Dubes Arab Saudi di Jakarta: Tak Akan Ragu Ambil Langkah Tegas Jika Kerajaan Terancam

- Rabu, 25 Maret 2026 | 07:40 WIB
Dubes Arab Saudi di Jakarta: Tak Akan Ragu Ambil Langkah Tegas Jika Kerajaan Terancam

Di kediaman dinasnya yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam lalu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Pertanyaan yang mengemuka adalah tentang kemungkinan negaranya bersekutu dengan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pertanyaan ini muncul tak lama setelah Riyadh mengutuk keras serangan Iran ke beberapa negara tetangga di Timur Tengah.

Menanggapi hal itu, Dubes Faisal memilih untuk bersikap hati-hati. Ia tidak langsung memberikan jawaban yang gamblang.

"Itu tentu akan diambil ataupun akan dibahas khusus oleh para pemimpin di Kerajaan Arab Saudi dan dalam momen yang tepat untuk dibahasnya,"

Begitu penjelasannya dalam konferensi pers yang digelar malam itu. Namun begitu, nada bicaranya berubah menjadi lebih tegas ketika menyentuh prinsip dasar pertahanan negaranya. Arab Saudi, katanya, sama sekali tidak akan ragu mengambil langkah tegas demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Komitmen untuk melindungi setiap warga dan penduduk di dalam kerajaan disebutnya sebagai hal yang mutlak.

"Seandainya ada tindakan-tindakan yang mengakibatkan atau mengancam Kerajaan Saudi, sekali lagi Arab Saudi tidak akan tinggal diam,"

Ucapnya dengan penuh penekanan. Pernyataan diplomat senior ini seolah memberi konteks pada sebuah laporan yang sebelumnya telah beredar.

Beberapa waktu sebelumnya, The Wall Street Journal (WSJ) membuat klaim yang cukup menghebohkan. Menurut surat kabar AS itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab konon sudah mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Jika benar, ini jelas akan mengubah peta konflik dan meningkatkan tensi pertempuran secara signifikan.

Laporan WSJ yang terbit pada Selasa lalu itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebutkan satu poin krusial: Riyadh dikabarkan setuju memberikan akses militer AS ke Pangkalan Udara King Fahd. Ini adalah perubahan sikap yang cukup drastis, mengingat sebelumnya kerajaan selalu bersikukuh bahwa pangkalan militernya tidak boleh digunakan untuk menyerang rival lama mereka, yaitu Iran.

Jadi, meski Dubes Faisal tidak mengonfirmasi langsung rencana aliansi militer, nada peringatannya yang keras dan laporan intelijen dari media Barat itu menciptakan suasana yang mencekam. Semuanya seakan menunggu momentum yang tepat, persis seperti yang disinggung sang duta besar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar