AS Pertimbangkan Ketua Parlemen Iran Ghalibaf Sebagai Mitra Potensial

- Rabu, 25 Maret 2026 | 07:15 WIB
AS Pertimbangkan Ketua Parlemen Iran Ghalibaf Sebagai Mitra Potensial

Isu tentang siapa yang akan memimpin Iran ke depan rupanya menarik perhatian Gedung Putih. Menurut laporan Politico yang dirilis Selasa (24/3), Presiden AS Donald Trump disebut-sebut sedang mempertimbangkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai calon mitra potensial. Ghalibaf dipandang oleh sebagian kalangan di pemerintahan Trump sebagai figur yang bisa diajak bekerja sama, bahkan mungkin memimpin negeri itu di masa mendatang.

Namun begitu, kabar ini masih sebatas wacana. Dua pejabat yang diwawancarai Politico mengaku Gedung Putih sendiri belum benar-benar berkomitmen pada satu nama. Semuanya masih sangat prematur.

"Dia adalah pilihan yang menarik," ujar seorang pejabat, seperti dikutip dari laporan tersebut.

"Dia salah satu yang paling berpengaruh... Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru."

Pernyataan Trump sendiri pada Senin (23/3) terdengar cukup gamblang. Dia bicara soal akan adanya "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran. Perubahan itu, katanya, sudah mulai terlihat karena banyak dari kepemimpinan lama yang telah tiada.

"Mereka benar-benar baru memulai. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid," jelas Trump.

Jadi, akankah rencana menjadikan Ghalibaf pemimpin berikutnya itu terwujud? Situasinya masih sangat cair. Di satu sisi, ada sinyal ketertarikan. Di sisi lain, segala sesuatu dalam politik, terutama yang melibatkan Timur Tengah, jarang berjalan sesuai skenario yang sudah ditulis.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar