Jakarta – Kementerian Dalam Negeri Venezuela baru-baru ini mengungkap sebuah laporan yang mengagetkan. Sedikitnya seratus orang dilaporkan tewas akibat serangan militer Amerika Serikat yang menyasar wilayah Venezuela. Serangan ini, menurut keterangan resmi, terjadi dengan dampak yang sangat menghancurkan.
Yang lebih mencengangkan lagi, Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, disebut-sebut menjadi target utama. Mereka dilaporkan diculik oleh pasukan AS dan mengalami luka-luka selama operasi berlangsung. Situasi ini langsung menciptakan ketegangan yang luar biasa.
Menurut sejumlah saksi dan laporan media, serangan udara terjadi di wilayah utara. Tak hanya itu, pasukan operasi khusus AS juga dikabarkan melakukan penggerebekan mendadak di Caracas. Tujuannya jelas: menangkap dan membawa Maduro serta Flores ke Amerika Serikat.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, memberikan pernyataan resminya melalui jaringan televisi teleSUR pada Kamis lalu. Ia menegaskan bahwa operasi militer AS ini bukan sekadar pelanggaran, tapi sebuah tragedi kemanusiaan.
“Operasi ini tidak hanya merenggut nyawa rakyat kami yang tidak bersalah,” ujarnya, “tetapi juga melukai Presiden dan Ibu Negara.”
Cabello dengan suara berat menyampaikan penghormatan mendalam kepada para korban jiwa, juga kepada Presiden Maduro dan istrinya. Ia menegaskan sikap Venezuela yang tak gentar.
Artikel Terkait
KPK Tunda Penahanan Yaqut dan Gus Alex Meski Sudah Tersangka Kasus Kuota Haji
Rekan Seangkatan di Polresta Deli Serdang Diamankan Usai Curi Motor Sesama Personel
Traktor Serbu Paris: Petani Prancis Bentrok dengan Kebijakan Perdagangan dan Wabah
Pertemuan Tertutup Jokowi dan Eggi Sudjana Berakhir dengan Pelukan