26 Siswa Masih Dirawat Usai Diduga Keracunan Pangsit Isi Tahu di Pulogebang

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:45 WIB
26 Siswa Masih Dirawat Usai Diduga Keracunan Pangsit Isi Tahu di Pulogebang

Sebanyak 26 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Peristiwa ini terungkap setelah Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan melakukan pendataan terhadap para pelajar yang melaporkan keluhan kesehatan sejak Jumat pekan lalu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa total ada 252 orang tua yang melaporkan anak mereka mengalami gejala. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan, sementara 26 di antaranya masih harus menjalani rawat inap hingga hari ini.

"Gejalanya memang beragam, banyak juga yang tidak berat," ujar Ani saat dikonfirmasi pada Sabtu (9/5/2026).

Seluruh pasien yang dirawat ditempatkan di ruang rawat inap biasa dan tersebar di tujuh rumah sakit. Rinciannya, 12 pasien dirawat di RS Citra Harapan Bekasi, empat pasien di RS Firdaus, tiga pasien di RS Ananda, dua pasien di RSI Pondok Kopi, dua pasien di RS Resti Mulya, dua pasien di RSI Sukapura, dan satu pasien di RS Pekerja.

Berdasarkan dugaan sementara, keracunan diduga berasal dari pangsit isi tahu yang disajikan kepada para siswa. Kecurigaan itu muncul setelah sejumlah siswa melaporkan bahwa makanan tersebut terasa masam. Meski demikian, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan baru keluar paling cepat pada Selasa pekan depan.

"Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan," kata Ani.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG) Pulogebang yang bertanggung jawab menyiapkan makanan. Pengawasan tersebut mencakup inspeksi kesehatan lingkungan hingga pelatihan bagi para penjamah makanan.

SPPG Pulogebang sendiri baru mulai beroperasi pada 31 Maret 2026 dan saat ini masih dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ani menambahkan bahwa inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan dan pihak SPPG kini tengah menjalani proses perbaikan serta pelatihan bagi para penjamah makanan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar