Kunjungan Kebun Raya Bogor Melonjak 40% Berkat Program Poelang Kampoeng

- Senin, 23 Maret 2026 | 16:15 WIB
Kunjungan Kebun Raya Bogor Melonjak 40% Berkat Program Poelang Kampoeng

Suasana di Kebun Raya Bogor pada H 2 Lebaran terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Ternyata, angka pengunjungnya melonjak signifikan mencapai lebih dari 40% dibandingkan hari yang sama tahun lalu. Kenaikan ini cukup mencolok dan jadi angin segar bagi pengelola.

Afandika Akbar Utama, Senior Manager Operasional PT Mitra Natura Raya, membenarkan hal itu.

"Pantauan kami jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor mengalami peningkatan lebih dari 40% dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya, Senin (23/3/2026).

Dia pun optimis. Dengan rata-rata 10 ribu pengunjung per hari, target 100 ribu orang selama libur Lebaran tampaknya bakal tercapai. "Semoga tren ini terus sampai akhir libur lebaran," harap Afandika.

Lalu, apa yang menarik minat banyak orang? Rupanya, pihak kebun raya punya program spesial bertajuk 'Poelang Kampoeng'. Ide dasarnya sederhana: menghadirkan nuansa hangat kampung halaman bagi mereka yang rindu tradisi Lebaran, terutama yang tahun ini tak bisa mudik.

"Melihat kebutuhan akan ruang perayaan tersebut, Kebun Raya Bogor hadir sebagai alternatif," jelas Afandika.

Menurutnya, segala aktivitas di sana dirancang agar pengunjung bisa berkumpul dan merayakan momen bersama keluarga dekat. Tanpa perlu perjalanan jauh.

"Melalui tradisi, kebersamaan, dan aktivitas khas Lebaran, Kebun Raya dihadirkan sebagai ruang perayaan yang menghidupkan suasana pulang kampung," tambahnya.

Program yang berlangsung dari 21 hingga 29 Maret 2026 di Taman Reindwart ini tak sekadar seru-seruan belaka. Tujuannya juga untuk mendongkrak kunjungan pasca-Lebaran dan tentu saja, meningkatkan kualitas waktu berkunjung.

'Poelang Kampoeng' sendiri terbagi dalam beberapa zona. Ada Kampung Rasa yang menawarkan kuliner UMKM lokal, Kampung Budaya, Kampung Kumpul, dan Kampung Bermain. Semuanya dikemas untuk menciptakan pengalaman yang hangat dan relevan bagi setiap pengunjung.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar