Meski ada titik yang belum terjangkau, secara umum kecepatan internet di Bali selama periode Posko Bersama Ramadhan dan Idulfitri (Rafi) 13-24 Maret 2026 terbilang tinggi. Rata-ratanya mencapai 105 Mbps, mengalahkan kecepatan rata-rata nasional.
Meutya tetap berkomitmen menjaga konektivitas selama arus mudik Lebaran. Ia membuka kanal aduan melalui 500 Posko Bersama Rafi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk menerima laporan langsung saat ia berkunjung ke titik-titik vital seperti Bandara Ngurah Rai.
“Keluhan yang masuk, baik langsung ke saya maupun via posko, sekitar 90 persen langsung kami tindaklanjuti,” klaimnya.
Pengalaman berbeda justru diceritakan Nia Adani (27), salah satu wisatawan yang diajak bicara menteri. Selama delapan hari berkeliling Bali, mulai dari Canggu, Ubud, hingga Uluwatu dan Nusa Lembongan, ia mengaku tidak pernah mengalami kendala berarti. Komunikasi dengan keluarga di Yogyakarta berjalan lancar.
“Sinyal aman-aman saja untuk saya,” kata Nia.
Namun begitu, ia mengakui temannya sempat mengalami kesulitan. “Tapi ada teman yang memang agak kesulitan dapat sinyal saat di Nusa Penida,” ujarnya.
Jadi, meski secara umum jaringan di Bali cukup kencang, tetap ada cerita tentang spot-spot tertentu yang masih gelap. Seperti Nusa Penida. Itulah yang sekarang coba diperbaiki.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: 74 Ribu Kendaraan Sudah Melintasi Eks Gerbang Tol Cikopo Hingga H+3
Korlantas Terapkan One Way Nasional dari Kalikangkung hingga Cikampek untuk Arus Balik
Lansia 71 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Terjatuh ke Sungai Batang Sangir
Kapolres Sukoharjo Pimpin Penghormatan Terakhir, Aiptu Arfah Wafat Saat Lebaran