Liburan panjang di Bali ternyata masih menyisakan satu masalah klasik bagi sebagian wisatawan: susah sinyal. Hal ini diakui langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, usai mendengar keluhan para pelancong yang memanfaatkan momen libur Nyepi dan Idulfitri di Pulau Dewata.
“Tadi dapat masukan berharga,” ujar Meutya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (24 Maret 2026). “Masalahnya bukan cuma karena jaringan padat, tapi ternyata masih ada daerah-daerah di Bali yang sama sekali belum terjangkau sinyal.”
Daerah yang dimaksud adalah Nusa Penida. Pulau dengan kontur berbukit di Kabupaten Klungkung itu disebut-sebut masih menjadi titik buta jaringan internet. Menurut Menkominfo, ini jadi pekerjaan rumah bagi para operator seluler untuk segera menanganinya.
“Contohnya Nusa Penida. Sementara Nusa Lembongan di sebelahnya sudah bagus,” jelasnya.
“Jadi ini bukan sekadar soal kemacetan lalu lintas data. Lebih ke perlunya peningkatan infrastruktur konektivitas di beberapa titik wisata tertentu,” sambungnya.
Keluhan itu sendiri datang dari seorang wisatawan asal Yogyakarta yang ditemui di bandara. Operator yang disebut bermasalah adalah Telkomsel. Menanggapi laporan itu, Meutya langsung menghubungi pihak operator.
“Mereka menyanggupi perbaikan dalam dua minggu ke depan. Baguslah. Harapannya, saat liburan sekolah nanti, aksesnya sudah lebih lancar,” tutur Meutya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: 74 Ribu Kendaraan Sudah Melintasi Eks Gerbang Tol Cikopo Hingga H+3
Korlantas Terapkan One Way Nasional dari Kalikangkung hingga Cikampek untuk Arus Balik
Lansia 71 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Terjatuh ke Sungai Batang Sangir
Kapolres Sukoharjo Pimpin Penghormatan Terakhir, Aiptu Arfah Wafat Saat Lebaran