Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak geram. Kekesalannya meledak saat membongkar praktik perusahaan baja asal China yang diduga mengemplang pajak di Indonesia selama puluhan tahun. Bagi Purbaya, ini bukan sekadar pelanggaran, tapi sebuah bentuk penghinaan.
“Karena sudah terbukti sudah puluhan tahun dan kita dihina dan disepelekan seperti itu. Gimana perusahaan asing bisa beroperasi seperti itu? Dan menganggap bangsa kita bangsa tempe. Tahu bagus juga enak. Bangsa oncom juga enak. Bangsa apa? Bangsa yang bisa dikendalikan dengan uang gitu saja, enak saja tuh,”
Demikian Purbaya menegaskan kepada awak media di Jakarta, Rabu lalu. Suaranya tegas, penuh emosi yang tertahan.
Dari sekitar 40 perusahaan China yang dicurigai, fokus pemerintah kini tertuju pada dua raksasa. Purbaya masih menutup rapat nama keduanya. Tapi yang jelas, operasi mereka sudah berlangsung lama. Diam-diam, mereka menggerogoti pasar dalam negeri.
Artikel Terkait
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari
Hoaks Video Viral Gym Ambarawa, Polisi Ungkap Modus Pencabulan di Balik Heboh Medsos
Jakarta Terapkan Sekolah Daring, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari
Prabowo Buka Suara di Davos: Dari Menolak Undangan hingga Pamer Prestasi Setahun Memimpin