“Mereka menguasai ini loh, di sini loh diam-diam loh,” ujarnya. “Perusahaan-perusahaan China yang ilegal diam-diam bermain di sini dan menguasai pasar domestik. Sehingga perusahaan domestik, baja yang bayar pajak sesuai aturan, terancam. Bahkan banyak yang tutup. Masa itu mau kita biarkan? Jadi ini ancaman serius ya.”
Nah, yang bikin panas kuping Purbaya adalah pengakuan dari salah satu perusahaan itu sendiri. Katanya, bayar pajak lewat jalur belakang lebih murah ketimbang ikuti aturan resmi. “Indonesia enggak akan berubah,” begitu kira-kira anggapan mereka.
“Itu kan pernyataan yang kurang ajar,” sambung Purbaya. “Biar aja mereka dengar nanti kita beresin.”
Di sisi lain, langkah penertiban tak hanya bakal menyasar perusahaan asing. Aparat internal pun jadi sasaran. Purbaya berjanji tak segan memecat oknum pajak yang ketahuan kongkalikong. Ancaman serius ini, menurutnya, harus disikapi dengan tindakan yang juga serius. Tak ada lagi toleransi.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Angke Hulu Siaga 1, 132 RT di Jakarta Terendam Banjir
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari