Indonesia Tegaskan Batas Merah Isu Gender di Tengah Perundingan Alot COP30 Brasil

- Sabtu, 22 November 2025 | 06:45 WIB
Indonesia Tegaskan Batas Merah Isu Gender di Tengah Perundingan Alot COP30 Brasil
Update dari COP30 Brasil

Konferensi iklim COP30 di Brasil sudah sampai di ujung acara. Indonesia, bersama banyak negara, berharap pertemuan puncak ini bisa melahirkan keputusan konkret yang jadi pijakan untuk menangani perubahan iklim ke depan.

Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Ary Sudijanto, menyampaikan harapannya di sela-sela acara, Jumat (21/11).

"Semangat kita sama, COP30 harus menghasilkan sesuatu. Keputusan yang jadi landasan pelaksanaan, baik untuk Paris Agreement lewat CMA-nya, maupun kesepakatan di Protokol Kyoto lewat CMP."

Di hari penutupan, seharusnya sudah ada keputusan final yang diketok palu. Tapi negosiasi ternyata masih berjalan. Beberapa pihak masih punya catatan terhadap draf teks yang diajukan.

Salah satu isu yang jadi perhatian Indonesia adalah soal gender. Di dalam draf keputusan COP30, gender dimasukkan dengan definisi progresif artinya tidak hanya laki-laki dan perempuan, tetapi lebih luas lagi.

Menurut Ary, hal itu termasuk "red line" bagi Indonesia. "Kita bersama beberapa negara lain keberatan, atau setidaknya minta agar hal itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara," tambahnya.

Untungnya, tim Presidensi Brasil cukup responsif. Mereka berusaha mengakomodasi usulan Indonesia, meski tidak semuanya bisa diterima.

Di luar isu gender, masih ada beberapa agenda lain yang terus digodok. Ada yang sudah hampir final, teksnya bersih dan siap diputuskan. Tapi tak sedikit juga yang masih dibahas, bahkan masih ada bagian teks yang dikurung artinya masih jadi bahan perdebatan.

"Beberapa isu dibawa dari pembahasan di tingkat Subsidiary Body ke forum pengambilan keputusan, baik di CMP, CMA, maupun COP," jelas Ary.

Jadi meski hari terakhir, suasana di lokasi masih cukup tegang. Semua menunggu, apakah kesepakatan akhir benar-benar bisa tercapai sebelum konferensi benar-benar ditutup.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar