Konferensi iklim COP30 di Brasil sudah sampai di ujung acara. Indonesia, bersama banyak negara, berharap pertemuan puncak ini bisa melahirkan keputusan konkret yang jadi pijakan untuk menangani perubahan iklim ke depan.
Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Ary Sudijanto, menyampaikan harapannya di sela-sela acara, Jumat (21/11).
Di hari penutupan, seharusnya sudah ada keputusan final yang diketok palu. Tapi negosiasi ternyata masih berjalan. Beberapa pihak masih punya catatan terhadap draf teks yang diajukan.
Salah satu isu yang jadi perhatian Indonesia adalah soal gender. Di dalam draf keputusan COP30, gender dimasukkan dengan definisi progresif artinya tidak hanya laki-laki dan perempuan, tetapi lebih luas lagi.
Menurut Ary, hal itu termasuk "red line" bagi Indonesia. "Kita bersama beberapa negara lain keberatan, atau setidaknya minta agar hal itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara," tambahnya.
Artikel Terkait
Sampah Menumpuk di Balik Meja Wali Kota, Mahasiswa Geruduk Balai Kota Tangsel
Prabowo Bercanda soal Kekuatan Koalisi, Sebut PKB Harus Diawasi
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Usai Materi Stand Up Comedy Mens Rea
Pria Cilangkap Tewas Ditusuk Saat Tidur, Pelaku Kabur Usai Ucapkan Ancaman