Hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan ultimatumnya untuk menyerang fasilitas listrik Iran, wilayah Republik Islam itu justru digempur. Menurut laporan media setempat, serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel ini menargetkan sejumlah infrastruktur energi.
Kantor berita Fars, yang mengutip kantor berita AFP pada Selasa (24/3/2026), menyebutkan dua lokasi spesifik di kota Isfahan. "Sebagai bagian dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh musuh Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengaturan tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran," begitu bunyi laporannya.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan, meski hanya bersifat parsial. Hingga saat ini, Fars tampaknya menjadi satu-satunya outlet media Iran yang memberitakan insiden ini.
Namun begitu, serangan tak berhenti di situ. Laporan yang sama juga menyebutkan sebuah pipa gas di wilayah barat daya tidak luput dari sasaran. Tepatnya, di area pembangkit listrik Khorramshahr, kota yang berbatasan dengan Irak.
Artikel Terkait
Pelatih Soroti Masalah Konsistensi dan Mental Putri Usai Final Swiss Open
Menkominfo Pastikan Layanan Internet Stabil Selama Arus Balik Lebaran 2026
Korlantas Perpanjang Skema One Way Arus Balik Hingga Km 459 Tol Semarang-Solo
Kapolresta Bandung Turun Langsung Atasi Macet Parah di Wisata Pacira Saat Lebaran