"Soalnya, bakal ada arus balik yang mengarah ke Bali untuk kerja, tapi di sisi lain masih ada tambahan wisatawan yang liburannya belum kelar. Bagian inilah yang harus kita amankan betul."
Selain soal kepadatan, Sigit juga mengingatkan ancaman lain: cuaca. Terutama untuk kawasan Indonesia Timur yang berpotensi dilanda hujan lebat dan gelombang tinggi. Personel di lapangan, khususnya di daerah penyeberangan, diminta siaga penuh.
"Kita minta semua anggota betul-betul siap menghadapi cuaca buruk," imbuhnya. "Dengan begitu, rekayasa dan pengaturan lalu lintas bisa lebih baik sekalipun kondisi ekstrem datang."
Di akhir briefing, Kapolri menekankan bahwa kelancaran ini adalah hasil kerja sama banyak pihak. Sinergi harus dijaga hingga momen liburan benar-benar usai.
"Keberhasilan layanan mudik, balik, dan wisata ini kan keberhasilan bersama," pungkas Sigit.
"Kami terus mendorong kolaborasi agar pelayanan terbaik selalu diberikan ke masyarakat."
Agenda pemantauan di Command Center itu sendiri dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta beserta sejumlah pejabat Forkopimda setempat. Turut hadir perwakilan dari Kemenhub, Basarnas, BMKG, hingga Jasa Raharja. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mengawal Operasi Ketupat 2026. Dari internal Polri, hadir Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Sementara Kapolda dan Kapolres se-Indonesia mengikuti jalannya rapat secara virtual.
Artikel Terkait
THR Lebaran Anak: Momen Tepat Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Kapolda Sumsel Siapkan Skenario Lalu Lintas Fleksibel untuk Arus Balik 2026
Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone Hermes di Langit Teheran