Di sisi lain, cerita serupa datang dari Nuri. Perempuan 49 tahun asal Pekalongan ini datang dengan rombongan keluarga besar. Bagi mereka, Monas adalah ritual wajib tiap Lebaran saat berkunjung ke saudara di Tomang.
"Memang setiap Lebaran pasti ke Monas. Kan punya sodara di Tomang. Tiap tahun mesti ke Jakarta terus ke Monas ini lah," ujar Nuri.
Alasannya sederhana: tempatnya nyaman. "Tempatnya adem, luas, dan gratis. Buat yang pingin piknik, nikmatin udara seger, enak di sini. Banyak pohon," jelasnya.
Hujan rintik-rintik? Bukan masalah. Keluarga Nuri malah asyik berpiknik di bawah naungan pohon besar. Mereka dengan cermat menggelar makanan yang dibawa dari rumah sisa-sisa hidangan lebaran yang masih lezat.
"Bawa sisa makanan Lebaran kemarin. Kastengel, ini ada nasi sama sambel goreng yang masih sisa di rumah, udah dibawa semua aja," imbuhnya sambil tertawa.
Jadi begitulah suasana Monas di penghujang libur Idul Fitri 2026. Gerimis mungkin mengubah langit menjadi kelabu, tapi sama sekali tidak meredupkan semangat para pengunjung untuk menikmati momen bersama keluarga. Suasana tetap hangat, riuh rendah tawa, dan penuh warna.
Artikel Terkait
THR Lebaran Anak: Momen Tepat Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Kapolda Sumsel Siapkan Skenario Lalu Lintas Fleksibel untuk Arus Balik 2026
Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone Hermes di Langit Teheran