Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Perjanjian Baru
Hubungan bilateral Indonesia dan Australia memasuki babak baru dengan diumumkannya perjanjian kerja sama pertahanan dan keamanan yang komprehensif. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam sebuah pertemuan di Sydney.
Anthony Albanese menekankan bahwa inti dari perjanjian ini adalah komitmen kedua negara untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan secara bersama-sama. Melalui perjanjian ini, Australia dan Indonesia akan mengadakan konsultasi rutin di tingkat pemimpin dan menteri untuk membahas isu-isu strategis keamanan.
"Perjanjian kerja sama pertahanan ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan. Jika ada situasi ancaman yang mempengaruhi salah satu atau kedua negara, kami akan segera berkonsultasi dan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan, baik secara individu maupun kolektif," jelas Albanese mengenai mekanisme kerja sama tersebut.
Artikel Terkait
12 Perusahaan Disorot Satgas, Diduga Picu Banjir di Sumatera
Dua Hari Lagi, Pelunasan Biaya Haji Reguler Ditargetkan Tuntas 100 Persen
Baduy Dalam Ditutup Tiga Bulan, Ritual Kawalu Mulai Pekan Depan
Polri Pacu Swasembada Jagung, 1,3 Juta Hektar Lahan Teridentifikasi