Layanan Kesehatan Tambrauw Ditutup Sementara Usai Insiden Penyerangan
Keamanan yang mencekam di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, memaksa otoritas setempat mengambil langkah drastis. Seluruh fasilitas kesehatan di wilayah itu ditutup sementara. Keputusan ini muncul menyusul sebuah insiden tragis di jalan antara Distrik Bamusbama dan Fef, pada pertengahan Maret lalu.
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw, Bernadus Nso, kebijakan ini tak bisa dihindari. Tujuannya satu: melindungi nyawa para tenaga medis.
“Korban merupakan empat orang, tiga di antaranya pegawai RS Pratama Fef. Dua orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat,”
jelasnya dari Sorong, Selasa (24/3).
Bayangkan, satu rumah sakit, 24 puskesmas, dan lima pustu mendadak berhenti beroperasi. Itulah cakupan penutupan yang berlaku sekarang. Suasana ketakutan benar-benar terasa.
Namun begitu, pelayanan kepada masyarakat tidak sepenuhnya lenyap. Bernadus menyebut, tenaga kesehatan diminta untuk tetap membantu secara terbatas dari rumah mereka masing-masing jika ada warga yang memerlukan pertolongan mendesak. Ini situasi yang serba salah, antara kewajiban menjaga diri dan panggilan untuk menolong.
Nada imbauannya pun terdengar sangat personal dan mendesak.
Artikel Terkait
Menkes Imbau Pemudik Istirahat Tiap 3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan
SBY Gelar Halalbihalal di Cikeas, Dihadiri Anies Baswedan dan Yenny Wahid
PMI Buka Lowongan Staf Manajemen Risiko, Pendaftaran hingga 31 Maret 2026
Mantan Penyidik KPK Kritik Pengalihan Tahanan Yaqut: Nasi Sudah Jadi Bubur