Angin Kencang Terjang Bandara Juanda, Tiga Penerbangan Dialihkan ke Semarang

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:18 WIB
Angin Kencang Terjang Bandara Juanda, Tiga Penerbangan Dialihkan ke Semarang

Angin kencang dan hujan deras mengguyur Kabupaten Sidoarjo Kamis (8/1) lalu, dan kawasan Bandara Internasional Juanda pun tak luput dari dampaknya. Sekitar pukul setengah tiga sore, suasana di area parkir terminal bandara itu cukup kacau. Sampah daun dan plastik beterbangan tak karuan, diterbangkan angin yang bertiup sangat kencang.

Menurut Muhammad Tohir, General Manager bandara, operasional penerbangan secara keseluruhan tidak langsung lumpuh. Meski begitu, gangguan cuaca ekstrem ini tetap membawa konsekuensi. Tercatat ada tiga penerbangan yang seharusnya mendarat di Juanda, akhirnya dialihkan ke Bandara Ahmad Yani di Semarang.

"Terdapat tiga penerbangan yang melakukan pengalihan pendaratan ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai serta AirNav Indonesia terkait penyesuaian jadwal penerbangan berikutnya,"

Keterangan itu disampaikan Tohir kepada para wartawan di hari yang sama. Dia menambahkan, kekuatan angin ternyata cukup untuk merobohkan beberapa pohon di area parkir Terminal 1. Nahas, beberapa mobil yang sedang terparkir tertimpa pepohonan yang tumbang itu.

Untungnya, dari kejadian ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. "Tidak terdapat korban jiwa atas kejadian ini," ucap Tohir melegakan.

Di sisi lain, Tohir juga mengimbau calon penumpang. Dia meminta masyarakat untuk rajin memantau informasi terkini soal status penerbangan mereka. Bisa melalui maskapai atau layanan Contact Center 172.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait guna memonitor situasi cuaca dalam rangka menjaga keselamatan operasional dan kenyamanan penumpang. Informasi perkembangan akan kami sampaikan secara berkala,"

Jadi, meski bandara tetap berjalan, situasinya memang sedang tidak normal. Koordinasi intensif dengan pihak terkait masih terus dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar