Di Balik Kemasan Pink, Bahaya Mematikan Gas Whip Pink yang Viral

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:25 WIB
Di Balik Kemasan Pink, Bahaya Mematikan Gas Whip Pink yang Viral

Belakangan ini, jagat maya Indonesia dihebohkan oleh sebuah nama: Whip Pink. Produk ini mendadak ramai diperbincangkan, terutama setelah dikait-kaitkan dengan tragedi meninggalnya seorang influencer ternama. Banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih Whip Pink itu?

Pada dasarnya, Whip Pink adalah tabung gas kecil berisi nitrous oxide (N₂O). Kemasannya didominasi warna merah muda, sekadar pemanis tampilan saja. Di dunia legal, produk semacam ini biasa dipakai di dapur profesional atau kafe-kafe. Fungsinya untuk mengisi cream whipper, alat pembuat whipped cream atau krim kocok itu loh.

Namun begitu, kisahnya tidak berhenti di dapur. Dunia medis juga mengenal nitrous oxide sejak lama. Lebih dari satu setengah abad, gas ini dipakai sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri, terutama di klinik gigi. Tapi perlu diingat, penggunaannya di sini sangat terkontrol.

Menurut penjelasan dr. Queen Sugih Ariyani yang dikutip dari platform Alomedika, nitrous oxide sebagai agen tunggal biasanya hanya untuk sedasi parsial.

"Nitrous oxide hanya dapat digunakan sebagai agen tunggal pada pasien yang memandatkan sedasi parsial seperti pasien anak-anak yang menjalani prosedur perawatan gigi," paparnya.

Artinya, dalam prosedur medis yang lebih serius, gas ini jarang dipakai sendirian. Biasanya dicampur dengan oksigen atau anestesi inhalasi lain untuk keamanan pasien.

Di sinilah masalahnya dimulai. Di luar ranah medis dan kuliner, ada yang menyalahgunakannya. Gas yang seharusnya untuk krim atau obat ini dihirup langsung demi sensasi euforia. Mereka menyebutnya 'nge-whippet' atau 'nge-balloon', karena gasnya sering diisi ke dalam balon lalu dihirup. Efeknya? Rileksasi, perasaan melayang, dan high yang singkat. Tapi resikonya jauh lebih besar dari kesenangan sesaat itu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah lama memperingatkan bahayanya. Menghirup N₂O tanpa oksigen pendamping itu berbahaya. Gas ini bisa menggantikan oksigen di paru-paru dan aliran darah, memicu kondisi hipoksia atau kekurangan oksigen.

Gejala awalnya mungkin cuma pusing dan bingung. Tapi bisa berlanjut ke pingsan, hilang kesadaran, sampai kerusakan organ. Dalam kasus yang ekstrem, bisa berakibat fatal: kematian karena asfiksia.

"FDA menyarankan konsumen agar tidak menghirup produk Nitrous Oxide karena potensi kejadian merugikan yang serius jika digunakan untuk tujuan rekreasional," begitu bunyi peringatan resmi mereka.

Bahayanya juga bersifat jangka panjang. Bagi pengguna rutin, kebiasaan ini bisa merusak sistem saraf. Kerusakan pada sumsum tulang belakang atau otak bisa terjadi, dan efeknya kadang tetap terasa bahkan setelah penggunaan dihentikan.

Jadi, meski namanya terdengar catchy dan kemasannya menarik, Whip Pink dan produk sejenisnya menyimpan ancaman serius bila disalahgunakan. Di balik sensasi yang ditawarkan, ada risiko nyata yang mengintai jiwa.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar