Setelah hari kelima belas konflik, AS menurut Rezaei sudah paham betul. Mereka sadar tidak ada jalan menuju kemenangan di medan ini. Itu klaimnya.
Di sisi lain, tuntutan dari dalam negeri juga tak kalah keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, lewat sebuah unggahan di platform X, menyuarakan hal serupa. Rakyat Iran, tulisnya, menuntut “hukuman yang setimpal dan penuh penyesalan” terhadap para agresor. Suara itu sekaligus menggarisbawahi tekanan politik yang harus dihadapi pemerintah.
Kembali ke Rezaei, ia bersumpah perang akan terus berjalan sampai semua sanksi ekonomi dicabut. Tak cuma itu. Iran juga meminta jaminan internasional yang mengikat secara hukum untuk mencegah campur tangan AS di wilayah mereka. Itu harga mati.
Jadi, jalan buntu. Pernyataan-pernyataan dari Tehran ini jelas mempertegas posisi mereka yang tak mau mengalah. Sementara di lapangan, situasi masih tegang dan belum ada tanda-tanda jeda yang riil.
Artikel Terkait
Polsek Ciracas Fasilitasi Penitipan Kendaraan Gratis untuk Warga Mudik
Dirlantas Polda Metro Jaya Apresiasi PLN Jaga Pasokan Listrik Lancar Saat Lebaran
Menkominfo Akui Nusa Penida Masih Jadi Titik Buta Sinyal
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 62B dan 52B untuk Antisipasi Arus Balik