Dia menggambarkan suasana saat itu dengan nada terguncang. Korban yang parah masih sadar, tapi jelas sekali mereka merintih kesakitan. Pemandangannya mengerikan.
SS mengalami luka paling fatal: tangan kirinya putus, tangan kanan dan kaki kanannya hancur. Nasib serupa menimpa MM, yang kehilangan tangan kirinya. Sementara itu, remaja ketiga, AA (14), ternyata sedang tak bersalah. Saat ledakan terjadi, ia sedang asyik mencari burung di sekitar kebun, sekitar 20 meter dari pusat ledakan. Kakinya terluka.
Di sisi lain, polisi telah bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menyatakan timnya telah melakukan olah TKP. Hasilnya, mereka menemukan satu petasan yang masih berisi bahan peledak dan belasan selongsong kosong beraneka ukuran. Temuan ini menguatkan dugaan adanya aktivitas meracik yang berujung petaka.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras. Main-main dengan bahan peledak, sekalipun itu 'hanya' petasan, risikonya nyawa dan anggota tubuh. Kelalaian sesaat bisa berakibat pada penderitaan seumur hidup.
Artikel Terkait
Persib Andalkan Pengalaman Juara di Sembilan Laga Pamungkas BRI Liga 1
Kapolri Resmikan Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Lebaran
Polisi Siagakan Rekayasa Lalu Lintas di Puncak Antisipasi Gelombang Wisatawan Akhir Pekan
Bale Santai Honda Ramai Dikunjungi Pemudik di Jalur Mudik Lebaran