Alasannya? Dialog dengan Teheran dalam dua hari terakhir disebutnya "sangat baik dan produktif".
Namun begitu, klaim dialog dari pihak Amerika ini justru semakin mempertegas jurang pernyataan antara kedua negara yang sedang berkonflik. Ketegangan di Teluk Persia sendiri sudah memuncak sejak akhir Februari lalu.
Saat itu, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.340 orang. Korban itu termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal. Sasaran mereka adalah Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS.
Serangan balasan ini jelas menimbulkan konsekuensi. Ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur yang tidak sedikit, plus gangguan pada pasar global dan lalu lintas penerbangan internasional. Situasinya masih panas, dan pernyataan dari kedua belah pihak saling bersilangan.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah Tahanan
Gelombang Pengunjung IKN Pasca-Lebaran Capai Puluhan Ribu, Otorita Imbau Bawa Tas Pakai Ulang
Lalu Lintas Cipali Tembus 36 Ribu Kendaraan, Lonjakan 167% di H+3 Lebaran
Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Tuntutan Kompensasi dan Jaminan Terpenuhi