Istanbul - Kabar soal negosiasi diam-diam antara Iran dan Amerika Serikat langsung dibantah keras oleh Teheran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan tegas menyebut laporan-laporan itu cuma "berita palsu".
Menurutnya, isu ini sengaja dihembuskan untuk memanipulasi pasar minyak dan keuangan global. "Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat," tegas Ghalibaf lewat akun X-nya, Senin.
Dia melanjutkan, "Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel."
Ghalibaf juga menyoroti tuntutan rakyatnya. Rakyat Iran, katanya, menginginkan hukuman yang "penuh dan menimbulkan penyesalan" bagi para agresor. Di sisi lain, semua pejabat disebutnya berdiri teguh mendukung pemimpin negara hingga tujuan perang tercapai.
Bantahan ini muncul tak lama setelah pernyataan kontras dari Presiden AS, Donald Trump. Trump mengklaim telah memerintahkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran untuk lima hari ke depan.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah Tahanan
Gelombang Pengunjung IKN Pasca-Lebaran Capai Puluhan Ribu, Otorita Imbau Bawa Tas Pakai Ulang
Lalu Lintas Cipali Tembus 36 Ribu Kendaraan, Lonjakan 167% di H+3 Lebaran
Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Tuntutan Kompensasi dan Jaminan Terpenuhi