Delapan orang harus berurusan dengan polisi Rio de Janeiro setelah mereka terlibat dalam pemukulan keji terhadap seekor kapibara. Aksi brutal itu menggunakan tongkat dan batang besi.
Menurut sejumlah saksi, kejadian ini terjadi di kawasan Ilha do Governador, lingkungan kelas pekerja, pada dini hari Sabtu (21/3) lalu. Rekaman kamera pengawas yang beredar jelas menangkap aksi sekelompok orang itu. Mereka mengeroyoni hewan malang itu tanpa ampun.
Felipe Santoro, komisaris polisi yang menangani kasus ini, tidak menyembunyikan kekesalannya.
"Ini adalah kejahatan brutal yang mengejutkan masyarakat," ujarnya.
"Tindakan kekejaman ekstrem terhadap makhluk yang sama sekali tidak menimbulkan ancaman... namun tetap diserang dengan sengaja," tambah Santoro, menegaskan.
Berbekal rekaman CCTV, polisi bergerak cepat. Mereka berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk dua anak di bawah umur, pada hari yang sama. Tidak main-main.
Kapibara jantan dengan bobot mencapai 65 kilogram itu langsung dievakuasi. Nasib membawanya ke Pusat Perawatan Satwa Liar (CRAS) di Universitas Estácio, di bagian barat daya Rio.
Jeferson Pires, dokter hewan sekaligus kepala CRAS, mengaku terpukul. Pengalamannya merawat satwa liar Rio selama 22 tahun sepertinya belum pernah diuji dengan kasus seperti ini.
"Saya belum pernah menerima kapibara yang mengalami agresi ekstrem seperti ini sebelumnya," katanya kepada AFP, Senin lalu.
Kondisi hewan pengerat besar itu perlahan membaik. Meski begitu, luka-lukanya cukup serius. Pires menjelaskan hewan itu menderita trauma kepala, pembengkakan disertai pendarahan internal di sekitar mata kiri, dan sejumlah luka di bagian punggungnya. Sungguh memilukan.
Artikel Terkait
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa
Sopir Taksi Online Bekasi Mengaku Mobil Mendadak Mati dan Pintu Terkunci saat Terjebak di Perlintasan Rel
Polisi Tolak Suap Rp100 Ribu Saat Tilang Pengemudi Pelat Palsu di Puncak Bogor
Polri Dalami Bukti Digital Laporan Jusuf Kalla soal Dugaan Hoaks