Tekanan lalu lintas yang luar biasa itu memaksa polisi menerapkan sistem satu arah atau one way sebanyak dua kali dalam sehari. Paginya, arus dialirkan menuju Puncak. Siang hingga sore, dibalik ke arah Jakarta.
Rekayasa pagi berlangsung sekitar lima jam lebih, dari pukul 06.30 sampai 11.40 WIB. Dalam rentang waktu itu saja, lalu lintas sudah sangat padat dengan 42 ribu kendaraan terpantau masuk dan keluar via tol.
"Nah, pas kami terapkan one way turun, dari Puncak ke Jakarta, datanya sampai jam sepuluh malam mencapai 46.000 kendaraan," jelas Ardian.
Dari situ terlihat, arus kendaraan yang turun ke Jakarta ternyata lebih dominan. Itu sebabnya, rekayasa one way untuk arus turun harus dijalankan cukup lama nyaris sembilan jam untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular panjang.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Cipali Tembus 36 Ribu Kendaraan, Lonjakan 167% di H+3 Lebaran
Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Tuntutan Kompensasi dan Jaminan Terpenuhi
Pantai Sawarna Ramai Pengunjung Libur Lebaran, Ombak Besar Jadi Peringatan
Persija Kembali Berlatih Usai Libur Lebaran, Hadapi Tantangan Pemain Absen