Kim Jong-un Tetapkan Status Nuklir Permanen dan Sebut Korea Selatan Negara Paling Bermusuhan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 08:15 WIB
Kim Jong-un Tetapkan Status Nuklir Permanen dan Sebut Korea Selatan Negara Paling Bermusuhan

Rencana Lima Tahun dan Anggaran Pertahanan

Selain urusan keamanan, Kim juga bicara panjang lebar soal ekonomi. Dia mendorong para pejabat untuk menjalankan penuh rencana pembangunan lima tahun baru. Fokusnya pada modernisasi industri, meningkatkan produksi listrik dan batubara, swasembada pangan, serta perluasan program perumahan.

Ini jadi tantangan berat. Nyatanya, Korea Utara masih termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Ekonominya tertekan sanksi internasional dan dilanda kelangkaan kronis. Sebagian besar warganya masih bergantung pada jatah pemerintah dan pasar gelap untuk bertahan hidup.

Menurut KCNA, sidang parlemen itu telah mengadopsi amandemen konstitusi dan mengesahkan undang-undang baru untuk mendukung rencana ekonomi tadi.

Anggaran tahun 2026 juga disetujui. Yang menarik, porsi belanja pertahanan naik jadi 15,8 persen dari total pengeluaran negara. Dananya secara eksplisit dialokasikan untuk memperluas kemampuan pencegahan nuklir dan kesiapan perang.

Di tengah suasana sidang yang tegas itu, ada juga kabar yang agak berbeda. Sidang menerima pesan ucapan selamat dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pesannya, Putin memuji kepemimpinan Kim dan berjanji akan memperdalam kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang. Sebuah hubungan yang makin hangat di tengah tekanan dunia.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar