Rencana Lima Tahun dan Anggaran Pertahanan
Selain urusan keamanan, Kim juga bicara panjang lebar soal ekonomi. Dia mendorong para pejabat untuk menjalankan penuh rencana pembangunan lima tahun baru. Fokusnya pada modernisasi industri, meningkatkan produksi listrik dan batubara, swasembada pangan, serta perluasan program perumahan.
Ini jadi tantangan berat. Nyatanya, Korea Utara masih termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Ekonominya tertekan sanksi internasional dan dilanda kelangkaan kronis. Sebagian besar warganya masih bergantung pada jatah pemerintah dan pasar gelap untuk bertahan hidup.
Menurut KCNA, sidang parlemen itu telah mengadopsi amandemen konstitusi dan mengesahkan undang-undang baru untuk mendukung rencana ekonomi tadi.
Anggaran tahun 2026 juga disetujui. Yang menarik, porsi belanja pertahanan naik jadi 15,8 persen dari total pengeluaran negara. Dananya secara eksplisit dialokasikan untuk memperluas kemampuan pencegahan nuklir dan kesiapan perang.
Di tengah suasana sidang yang tegas itu, ada juga kabar yang agak berbeda. Sidang menerima pesan ucapan selamat dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pesannya, Putin memuji kepemimpinan Kim dan berjanji akan memperdalam kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Pyongyang. Sebuah hubungan yang makin hangat di tengah tekanan dunia.
Artikel Terkait
Dua Bocah Tersesat di Bogor Berhasil Dikembalikan ke Keluarga
Polres Metro Jakut Periksa Kesehatan Personel, Siapkan Operasi Ketupat Jaya 2026
Trump Klaim AS Berkomunikasi dengan Tokoh Kunci Iran untuk Akhiri Perang, Bukan dengan Pemimpin Tertinggi
Cuti Bersama Lebaran 2026 Berakhir, WFA Diperpanjang Tiga Hari