Benjamin Netanyahu mengaku sudah ngobrol dengan Donald Trump. Perdana Menteri Israel itu menyebut, keberhasilan militer gabungan AS-Israel di Iran bisa jadi pintu masuk untuk sebuah kesepakatan baru. Kesepakatan yang, menurutnya, bakal melindungi kepentingan vital Israel.
Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis Selasa lalu, Netanyahu menyampaikan poin-poin pembicaraannya dengan mantan presiden AS tersebut.
"Presiden Trump percaya ada peluang di sini. Kita bisa memanfaatkan pencapaian luar biasa dari IDF dan militer AS untuk mewujudkan tujuan perang lewat sebuah kesepakatan," ujar Netanyahu.
"Kesepakatan itulah yang nantinya akan melindungi kepentingan vital kita. Dan kami akan melindunginya, dalam keadaan apa pun," tegasnya lagi.
Tak cuma soal diplomasi, Netanyahu juga bersikap keras. Dia dan Trump, katanya, berjanji untuk terus menekan musuh. "Pada saat yang sama, kami terus menyerang. Baik di Iran maupun di Lebanon," imbuhnya tanpa ragu.
Artikel Terkait
Delapan Orang Ditangkap Usai Pukuli Kapibara Hingga Luka Parah di Rio
Prabowo Tegaskan Transformasi Polri dan TNI sebagai Tuntutan Rakyat
Lalu Lintas Puncak Capai 89 Ribu Kendaraan, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah Dua Kali
Arus Mudik H+2: 89 Ribu Mobil Masuk dan Keluar Puncak Bogor dalam 22 Jam