Presiden Indonesia Muslim Foundation di masjid tersebut, Adji Sudarmadji, menegaskan hal itu. Kegiatan sosial, katanya, memang ditujukan untuk mempererat hubungan dengan tetangga dan menebar nilai kebersamaan, terlebih di bulan Ramadan.
Memasuki Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026, semangat itu terus bergulir. Masjid mengadakan program i'tikaf di sepuluh malam terakhir dengan pengaturan khusus agar jamaah merasa nyaman. Tak ketinggalan, perayaan Idul Fitri pun digelar bersama KJRI Los Angeles dan Indonesia Muslim Foundation. Tema yang diusung waktu itu cukup menggugah: “Makna Fitra Membawa Silaturahmi”.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia di Amerika Serikat pun tak ketinggalan memberi apresiasi. Keberadaan Masjid At-Thohir dianggap sebagai kebanggaan bersama. Ia bukan cuma simbol, melainkan sarana nyata yang mempererat persaudaraan di tengah keberagaman. Harapannya ke depan, masjid ini tetap konsisten menjadi rumah bagi nilai-nilai Islam yang damai, inklusif, dan punya manfaat konkret bagi siapa saja.
Jadi, itulah sekelumit cerita tentang sebuah masjid di Los Angeles. Dari gedung tua, ia bertransformasi menjadi simbol harmoni yang aktif dan menyentuh kehidupan nyata.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan
Mantan Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Rutan KPK