Seruan Rusia ini bukan tanpa alasan. Negeri itu punya kepentingan langsung di Iran. Mereka adalah pihak yang membantu membangun dan mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di Bushehr. Jadi, wajar jika Moskow was-was.
Apalagi, badan pengawas nuklir PBB sudah melaporkan bahwa lokasi pembangkit itu terkena proyektil pekan lalu. Rusia sebelumnya sudah memperingatkan, serangan apa pun yang membahayakan fasilitas nuklir adalah langkah yang sangat berisiko.
Perang ini sendiri dipicu oleh serangan bom AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Sejak saat itulah, Selat Hormuz jalur air vital bagi pasokan minyak global tertutup untuk lalu lintas kapal. Ketegangan pun terus memanas, dengan ancaman dan seruan damai yang saling bersahutan.
Artikel Terkait
Kemenhub Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Arus Balik Lebaran 2026
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Segala Permusuhan, Sebut Perang Modern sebagai Skandal
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan