Peringatan keras datang dari Beijing. China menyebut serangan lanjutan di Timur Tengah berpotensi membawa situasi ke titik yang benar-benar tak terkendali. Wilayah itu sudah cukup panas, dan eskalasi lebih jauh dinilai sangat berbahaya.
Peringatan ini muncul tak lama setelah ancaman Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Trump memberi Teheran batas waktu 48 jam, mulai Sabtu (21/3), untuk menghentikan blokade parsial di Selat Hormuz. Jika tidak, AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik mereka.
Nah, Selat Hormuz ini bukan jalur sembarangan. Jalur air sempit itu adalah urat nadi minyak dunia, dilalui sekitar seperlima pasokan global. Gangguan di sana langsung berimbas ke keamanan energi internasional.
Artikel Terkait
Kemenhub Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Arus Balik Lebaran 2026
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Segala Permusuhan, Sebut Perang Modern sebagai Skandal
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan