Carrick Kembi ke Kursi Panas, United Berharap Legenda Pulihkan Stabilitas

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:00 WIB
Carrick Kembi ke Kursi Panas, United Berharap Legenda Pulihkan Stabilitas

Nama Michael Carrick tiba-tiba ramai lagi dibicarakan. Ini terjadi setelah Manchester United menunjuknya sebagai pelatih interim.

Sebelum memegang peran ini, tentu saja, Carrick adalah legenda di klub itu. Dia menghabiskan lebih dari sepuluh tahun sebagai pemain inti Setan Merah.

Pengangkatannya resmi diumumkan oleh klub. Carrick akan memimpin tim hingga akhir musim ini, mengisi kekosongan kursi kepelatihan. Ini bukan pertama kalinya pria 44 tahun itu duduk di bangku cadangan Old Trafford dalam kapasitas sementara. Dia pernah melakukannya pada 2021, pasca hengkangnya Ole Gunnar Solskjær.

Kala itu, masa jabatannya singkat. Hanya tiga laga, sebelum manajer tetap ditetapkan.

Menariknya, sebelum Carrick datang, ada Darren Fletcher yang sempat memegang kendali. Fletcher mengambil alih sejak Ruben Amorim pergi awal Januari. Namun hasilnya kurang menggembirakan.

Di bawah Fletcher, United cuma bisa meraih satu hasil imbang melawan Burnley. Mereka juga tersingkir dari Piala FA oleh Brighton. Kini, Fletcher dikabarkan kembali fokus menangani tim U-18.

Lalu, siapa sebenarnya Michael Carrick?

Dia lahir di Wallsend, Inggris, pada 28 Juli 1981. Karir profesionalnya dimulai di West Ham United, lalu berlanjut ke Tottenham Hotspur. Tapi, puncak segalanya adalah saat dia pindah ke Manchester United tahun 2006.

Sebagai gelandang bertahan, Carrick punya gaya bermain yang tenang dan cerdas. Postur tubuhnya yang 189 cm membantunya menguasai permainan. Dia bukan tipe pemain yang suka terlihat mencolok, tapi perannya di lini tengah vital sekali. Bola-bola pendistribusiannya akurat, dan dia piawai membaca alur pertandingan.

Masa keemasannya bersama United menghasilkan segudang gelar. Lima gelar Premier League, satu Liga Champions, satu Piala FA, dan beberapa trofi lainnya. Dia pensiun pada 2018 dengan warisan yang tak ternilai bagi klub.

Di tingkat internasional, Carrick membela Timnas Inggris sebanyak 34 kali. Sayangnya, persaingan ketat di lini tengah Inggris saat itu membuatnya tak selalu jadi pilihan utama.

Setelah pensiun, transisinya ke dunia kepelatihan berjalan mulus. Dia langsung bergabung sebagai asisten pelatih di United. Pengalaman itulah yang menjadi bekal berharganya, termasuk ketika dia ditunjuk sebagai caretaker dulu.

Kini, dia kembali. Dengan segudang pengalaman sebagai pemain juara dan pemahaman mendalam tentang DNA klub, harapan besar tertumpu padanya. Tugasnya jelas: membawa stabilitas dan mengembalikan kepercayaan diri skuad di sisa musim yang berliku ini.

Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar