Pemerintah Rencanakan Aturan Kerja dari Rumah Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

- Senin, 23 Maret 2026 | 11:20 WIB
Pemerintah Rencanakan Aturan Kerja dari Rumah Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Usai Lebaran nanti, ada kebijakan baru yang bakal diterapkan: kerja dari rumah satu hari dalam seminggu. Rencana ini muncul bukan tanpa alasan. Pemerintah lagi mencari celah untuk efisiensi anggaran, terutama imbas konflik di Timur Tengah yang bikin harga minyak melambung. Nah, kalau boleh milih, kamu lebih suka WFH hari apa?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang ngomong soal ini. Dia baru aja keluar dari rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Kamis kemarin. Intinya, dalam lima hari kerja, bakal disisipin satu hari buat pegawai ngurus pekerjaan dari rumah.

"Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home. Dalam satu hari dalam 5 hari kerja," kata Airlangga.

Jadi gimana teknisnya? Tampaknya masih digodok. Yang jelas, aturan ini nggak cuma buat Aparatur Sipil Negara (ASN) aja.

"Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga Pemda-pemda," lanjut Airlangga.

Jadi, sektor swasta dan pemerintah daerah kemungkinan besar bakal ikut serta. Target pelaksanaannya? Ya, seperti yang udah disebutin, baru akan jalan setelah masa Lebaran usai. Tunggu aja pengumuman resminya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar