Upaya pemulihan di wilayah Sumatera yang porak-poranda akibat bencana terus digenjot. Pemerintah nampaknya tak mau berlama-lama, fokus utama mereka sekarang adalah menyediakan hunian tetap bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Komitmen itu mulai diwujudkan. Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Yayasan Buddha Tzu Chi melakukan peletakan batu pertama pada Minggu (21/12) lalu. Aksi nyata ini menandai dimulainya pembangunan besar-besaran.
Rencananya, ada 2.603 unit huntap yang akan segera dibangun pada tahap awal. Yang menarik, proses pembangunan ini langsung digeber bulan ini juga, meski situasi di lapangan sebenarnya masih dalam fase tanggap darurat. Cukup cepat, bukan?
Ini semua bagian dari program terpadu. Pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi, didukung penuh oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait. Menurut Maruarar, langkah cepat ini adalah amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, negara harus benar-benar hadir untuk rakyatnya yang sedang terluka.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi
ABM Investama Fokus Optimalisasi Dua Tambang Andalan di Aceh dan Kalteng
Kemenhub Siaga Penuh Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026