Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Nirhenti Beroperasi pada 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40 WIB
Jasa Marga Targetkan 700 Gerbang Tol Nirhenti Beroperasi pada 2026

MURIANETWORK.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan penambahan 700 Gerbang Tol (GT) yang dapat melayani transaksi tanpa henti (nirhenti) pada tahun 2026. Layanan ini dihadirkan melalui fitur Travoy Go dalam aplikasi Travoy, yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa perlu melakukan tap kartu pembayaran. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Mengenal Teknologi Gerbang Nirhenti Travoy Go

Dengan teknologi ini, pengguna cukup melaju dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam saat mendekati gerbang tol. Sistem kemudian akan mengenali kendaraan dan membuka palang secara otomatis, menghilangkan kebutuhan untuk berhenti sejenak pun. Inovasi ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, terutama di titik-titik ruas tol yang kerap padat.

Rivan menjelaskan, pengembangan infrastruktur ini sedang berjalan. "Saat ini di Jakarta ada 97 gate nirhenti, di tahun ini akan kita tambahkan 700 gate nirhenti," tuturnya. Ia melanjutkan, "Jadi nanti ada kombinasi yang sebagian besar adalah tanpa harus tap, cukup lewat dengan kecepatan 20 km per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis dengan menggunakan Travoy Go di dalam aplikasi Travoy ini."

Fitur Keselamatan dan Pengembangan Berkelanjutan

Pengembangan aplikasi Travoy tidak berhenti pada transaksi nirhenti. Menurut Rivan, perseroan secara aktif mempertimbangkan pengalaman pengguna dan masukan dari masyarakat untuk terus menyempurnakan layanan. Salah satu fitur penting yang dihadirkan adalah panic button, yang dirancang khusus untuk situasi darurat di jalan tol.

"Ini adalah untuk memastikan bahwa ketika masyarakat pada saat terjadi satu kejadian khusus, jadi tidak usah panik," jelasnya. "Tinggal melakukan panic button otomatis kemudian kami merespon dan kemudian kami akan menggunakan patroli untuk membantu baik-baik sekalian."

Travoy Sebagai Asisten Perjalanan Digital

Lebih dari sekadar alat pembayaran, Travoy dirancang sebagai asisten pribadi digital bagi pengguna jalan tol. Salah satu keunggulan utamanya adalah penyajian informasi kepadatan lalu lintas dengan tingkat akurasi yang diklaim sangat tinggi. Data ini tidak bersumber dari lokasi ponsel pengguna, melainkan dari sistem pemantauan langsung.

"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel, tapi betul-betul pure (murni) dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera," ungkap Rivan. "Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live."

Melalui antarmuka aplikasi, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time di seluruh jaringan tol Jasa Marga Group. Informasi pendukung perjalanan seperti lokasi rest area, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), hingga titik rawan kecelakaan (black spot) juga tersedia. Rencananya, fitur pemetaan black spot ini akan diluncurkan menjelang periode arus mudik Lebaran mendatang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar