Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tradisi Pindapata mengandung pelajaran mendalam tentang kesederhanaan, kebijaksanaan, dan kepedulian antarsesama yang relevan di tengah kehidupan modern yang serba cepat. Pandangan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026). Menurut Nasaruddin, tradisi para bhikkhu berjalan dalam keheningan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan refleksi kehidupan tentang makna memberi dan melepaskan.
“Pindapata bukanlah sekadar menerima dana makanan. Ia adalah perjumpaan batin antara yang memberi dan yang menerima,” ujar Nasaruddin. Ia menambahkan, tradisi berdana mengajarkan umat untuk melembutkan hati dan memahami bahwa kebesaran manusia tidak ditentukan oleh apa yang dimiliki, melainkan oleh apa yang mampu dilepaskan. “Dalam kesederhanaan para bhikkhu, kita belajar bahwa manusia tidak selalu dibesarkan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh apa yang mampu ia lepaskan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga mengutip syair 118 dalam Dhammapada yang menyebut kebajikan harus terus diulang karena akan membawa kebahagiaan. Pesan itu, kata dia, menegaskan bahwa memberi bukan hanya memindahkan sesuatu dari tangan ke tangan, tetapi juga menghadirkan kehangatan antarsesama. Ia menilai masyarakat saat ini hidup dalam ritme yang cepat dan sibuk mengejar banyak hal, tetapi sering kehilangan kejernihan batin. Pindapata, menurutnya, menjadi pengingat bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki, melainkan juga berbagi.
Di sisi lain, Nasaruddin menyinggung pentingnya menghadirkan agama yang membawa kesejukan dan kasih sayang dalam kehidupan sosial. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Agama tengah mengembangkan kurikulum berbasis cinta yang tidak hanya menekankan hubungan antarmanusia, tetapi juga cinta terhadap Tuhan dan alam semesta melalui pendekatan eko-teologi. “Apakah kehadiran agama membuat manusia semakin teduh atau semakin benci? Nah, itulah yang kita kembangkan di Kementerian Agama, perlunya kurikulum berbasis cinta,” ujarnya.
Program tersebut, kata Nasaruddin, selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita untuk menghadirkan kesejukan dalam kehidupan berbangsa. “Kita akan mencoba menghidupkan kesejukan, kesegaran dalam space berkehidupan yang berke-Indonesiaan,” tuturnya. Ia menambahkan, nilai-nilai itu telah terlihat dalam acara Pindapata kali ini. “Hari ini saya melihat nilai-nilai itu hadir di tempat ini. Ada kebersamaan, ada keterlibatan, dan ada ketertiban, dan ada semangat melayani, dan ada cinta kasih yang tumbuh tanpa banyak suara,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gema Waisak Pindapata Nasional 2026 Daniel Johan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut disaksikan oleh 10.000 orang serta diikuti 78 anggota Bhikkhu Sangha dari Saṅgha Theravāda Indonesia. Ia menuturkan, tradisi Pindapata juga dihadiri oleh sejumlah kelompok masyarakat dari agama lain. “Bukan hanya umat Buddha yang menyambut, tetapi umat lintas agama ikut hadir, ikut menyaksikan, ikut merasakan kebahagiaan, bahkan ikut mendukung, ya, ikut menertibkan acara, ikut sebagian di dalam kepanitiaan,” kata Daniel.
Menurut Daniel, momen seperti itu hanya dapat ditemukan di Indonesia. “Itu hanya ada, mungkin hanya ada, di Indonesia, ya. Jadi itu menjadi kekuatan kita, Indonesia, secara khusus menjadi kekuatan di Jakarta,” tambahnya. Anggota Komisi IV DPR ini juga menekankan bahwa Pindapata merupakan tradisi kemurahan hati dan pengabdian yang bermanfaat secara sosial. “Karena apa yang dipersembahkan umat kepada para guru, kepada para bhikkhu, itu akan kita dedikasikan untuk masyarakat yang membutuhkan,” ucap Daniel. Ia pun menegaskan, “Jadi, Waisak bukan hanya membawa kebahagiaan bagi umat Buddha, tetapi Waisak juga bisa dirasakan manfaatnya, bisa juga membawa kebahagiaan bagi umat secara keseluruhan.”
Artikel Terkait
Anak Ikut Jadi Korban KDRT, Karen Hertatum Ungkap Luka Fisik hingga Batin Selama Rumah Tangga dengan Dede Sunandar
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai Satu Kilometer
Menko Pangan Targetkan Sampah Jakarta Jadi Sumber Listrik pada 2028
Inggris Panggil Dubes Tiongkok Usai Vonis Spionase untuk Hong Kong