Arus Lalu Lintas ke Puncak Meningkat 35%, Sistem Satu Arah Dimajukan

- Senin, 23 Maret 2026 | 10:25 WIB
Arus Lalu Lintas ke Puncak Meningkat 35%, Sistem Satu Arah Dimajukan

Pagi ini, suasana di Jalan Raya Puncak, Bogor, sudah ramai sejak dini hari. Menghadapi lonjakan kendaraan, polisi akhirnya memutuskan memberlakukan sistem satu arah atau one way. Rekayasa lalu lintas itu mengalirkan kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Puncak.

Menurut Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, peningkatan volume kendaraan di hari ketiga Lebaran ini cukup signifikan. "Di hari ketiga Idulfitri ini terjadi peningkatan arus lalu lintas bagi pengendara yang ingin melaksanakan wisata ke jalur Puncak," ujarnya, Senin (23/3/2026).

Afif kemudian merinci angkanya. "Dibandingkan dengan hari kedua kemarin, peningkatan arus kendaraan per jam 08.00 WIB meningkat sekitar 1.000 kendaraan."

Kalau dirinci dalam persentase, peningkatannya mencapai 35%. Hingga pukul delapan pagi tadi, catatan dari gerbang Tol Ciawi sudah mencatat 7.000 kendaraan yang melintas menuju arah Puncak via Tol Jagorawi. Angka yang cukup besar untuk pagi hari.

Melihat kondisi itu, tak heran jika one way harus dimajukan jadwalnya. "Saat ini proses one way dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB, lebih maju dari hari sebelumnya yang dilaksanakan pukul 07.30 WIB," jelas Afif. Alasannya sederhana: arus dari tol sudah meningkat jauh lebih cepat.

Untuk mengamankan situasi, sekitar 200 personel disiagakan di sepanjang jalur. Mereka berjaga dari Gadog hingga titik-titik rawan lainnya.

Di lapangan, kemacetan sudah terlihat jelas, terutama di Simpang Gadog. Kendaraan berdatangan dari dua arah jalur arteri Ciawi dan Tol Jagorawi lalu menyatu dan bergerak pelan. Sesekali, antrean memanjang dan kendaraan harus berhenti, menunggu giliran untuk bergerak maju sedikit demi sedikit.

Jadi, buat Anda yang berencana ke Puncak hari ini, bersiaplah dengan waktu tempuh yang lebih lama. Situasinya padat, dan sistem satu arah kemungkinan akan bertahan hingga sore nanti.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar