Istanbul – Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Teluk Persia kembali digeliatkan. Kali ini, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, terlibat dalam serangkaian pembicaraan intens dengan sejumlah mitra kunci. Mereka membahas langkah-langkah konkret untuk menghentikan perang yang berkecamuk di kawasan itu.
Menurut sumber dalam Kementerian Luar Negeri Turki, Fidan pada hari Minggu lalu melakukan dialog dengan beberapa tokoh. Ia berbicara dengan Menlu Iran Abbas Araghchi dan Menlu Mesir Badr Abdellaty. Tak hanya itu, percakapan juga menjangkau kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, serta pejabat tinggi dari Amerika Serikat.
“Dalam pembicaraan tersebut, langkah-langkah untuk mengakhiri perang dibahas,” ungkap sumber itu, tanpa merinci lebih jauh.
Pernyataan ini muncul di tengah pesimisme Fidan sendiri. Sehari sebelumnya, Sabtu, ia memprediksi bahwa eskalasi di Teluk masih mungkin berlanjut. “Bisa berlangsung sekurangnya dua hingga tiga pekan ke depan,” katanya. Faktor kuncinya? Posisi Amerika Serikat.
Memang, ketegangan ini punya akar yang jelas. Awalnya, pada akhir Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan. Sasaran mereka adalah Iran, termasuk ibukota Teheran. Serangan itu tak tanggung-tanggung, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah dan memakan korban jiwa.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel dan beberapa pangkalan militer AS yang tersebar di seluruh Timur Tengah. Situasi ini yang kemudian memicu kekhawatiran akan perang yang lebih luas.
Kini, dengan pembicaraan yang dilakukan Fidan, ada secercah harapan meski kecil bahwa jalan diplomatik masih terbuka. Pertanyaannya, apakah upaya dari Istanbul ini bisa menghentikan laju eskalasi yang sudah terlanjur deras?
Artikel Terkait
Konflik Iran-AS-Israel Ancam PHK Massal, 10 Perusahaan di Jawa-Banten Terancam Tutup
TNI AL Buka Suara soal Temuan Prajurit Tewas di KRI: Hasil Visum Nyatakan Gantung Diri
Populasi Miliarder Singapura Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun, Diproyeksikan Tembus 85 Orang pada 2031
PSI Tanggapi Pernyataan JK soal Ade Armando: Semua Pihak Belajar dari Peristiwa Ini