Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, upaya pemulihan kini memasuki fase krusial. Satgas PRR Pascabencana Sumatera tak berhenti bergerak. Fokus mereka kini mengerucut pada satu hal: menyediakan rumah yang layak untuk para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal.
Rumah-rumah yang rusak berat, roboh, bahkan hanyut terbawa arus, harus segera digantikan. Untuk itulah, pembangunan hunian tetap atau huntap akan dikebut begitu masa Lebaran usai. Ini bukan sekadar soal membangun tembok dan atap, tapi tentang memberi fondasi baru bagi kehidupan warga yang porak-poranda.
Muhammad Tito Karnavian, sang Ketua Satgas, sudah menyiapkan langkah konkret. Rapat koordinasi dengan pemerintah daerah akan segera digelar.
ujar Tito dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu lalu.
Pekerjaan besar ini tentu tak bisa ditangani sendirian. Kolaborasi lintas sektor pun digalang, melibatkan BNPB, Kementerian PKP, Kemenkopolkam, hingga Polri. Tak ketinggalan, lembaga swasta dan perorangan juga turut serta dalam aksi gotong royong nasional ini.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus Meski Ada Tekanan Anggaran
Banjir Rendam Sembilan RW di Ciracas Saat Hari Pertama Lebaran
Polri Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026
Ditpolairud Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir di Kampung Melayu