Belasan media daring, dari yang nasional hingga daerah, ramai-ramai menyebarkan rilis palsu yang mengatasnamakan Mahfud MD. Pakar hukum tata negara itu disebut-sebut memberi pernyataan terkait kasus mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Daftar medianya panjang: CNN Indonesia, Metro TV News, Viva, iNews, sampai Jawa Pos dan Tribun News ikut menyiarkan.
Rilis itu beredar sejak Minggu lalu. Menanggapi hal ini, Mahfud MD langsung buka suara. Lewat kanal YouTube resminya, dia dengan tegas membantah. Menurutnya, dia sama sekali tidak pernah memberi wawancara atau membuat keterangan tertulis soal kasus Yaqut.
"Apakah saya membuat rilis gitu? Sama sekali tidak," tegas Mahfud pada Senin pagi.
Ceritanya ternyata berawal dari ajakan silaturahmi. Seorang teman menghubunginya, menyampaikan bahwa kader Ansor ingin berkunjung ke rumahnya di Sleman, Yogyakarta. Mahfud pun menyambut baik.
"Jadi, ceritanya begini. Saya ditelepon seorang teman bahwa Ansor mau silaturahim ke tempat saya. Namanya Ansor, ya tentu saya terima karena saya pernah jadi Penasehat Ansor secara resmi. Sehingga saya katakan, kalau bicara soal hukum yang terkait ex-Ketua Ansor, Pak Yaqut, saya tidak lagi perlu bicara," ujar Mahfud.
Artikel Terkait
Media Iran Sebut Netanyahu Tewas atau Luka, Israel Bungkam
Idul Fitri 2026 Berpotensi Dua Tanggal, Libur Nasional Sudah Ditetapkan
Pasar Murah Makassar Buka Tiga Hari, Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Pemerintah Pacu Reformasi Birokrasi dengan Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN