Di sisi lain, upaya koordinasi ini punya tujuan yang lebih besar. Ini bukan cuma urusan logistik semata, melainkan bagian dari strategi nasional untuk mengamankan ketahanan energi. Pemerintah, lewat Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba, memang menempatkan isu ini sebagai prioritas. Hal ini sejalan dengan misi swasembada energi yang digaungkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Logikanya sederhana: kalau rantai pasok batu bara untuk PLTU lancar, sistem kelistrikan nasional pun akan stabil. Dan stabilitas listrik itu adalah fondasi. Tanpa fondasi yang kuat, mustahil bicara tentang pertumbuhan ekonomi atau peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mamit berharap, dengan pola koordinasi yang sekarang dijalankan, semua pihak bisa bergerak seirama. Mulai dari pengelola pembangkit, pemasok yang diharapkan mendahulukan pasar dalam negeri, hingga regulator.
Jadi, langkah ini pada dasarnya adalah upaya preventif. Memastikan mesin-mesin pembangkit tetap menyala, dan listrik di rumah-rumah warga tidak pernah padam.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Sidak Terminal Kalideres, Temukan Masalah Kebersihan dan Sirkulasi Udara
Kapolda Jamin Situasi Terkendali Pasca Ledakan di Masjid Jember, Tim Gabungan Selidiki Dugaan Bahan Kimia
Pertamina Tambah SPBU Modular Jadi 96 Titik untuk Antisipasi Antrean Mudik
Arus Mudik H-4 Lebaran di Tol Cipali Naik 22%, Sistem Satu Arah Diterapkan