Di Istana Kepresidenan, Selasa (16/12) lalu, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para kepala daerah se-Papua. Pertemuan itu bukan sekadar seremonial. Ada pesan tegas yang disampaikan, terutama soal uang rakyat.
Prabowo mengungkapkan, pemerintah telah menganggarkan dana otonomi khusus (otsus) yang tak main-main untuk Papua di tahun 2026: Rp 10 triliun. Angka yang fantastis itu, menurutnya, harus benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Bukan untuk hal lain.
“Saya minta gubernur betul-betul tanggung jawab,” tegas Prabowo di hadapan para bupati dan gubernur.
Suaranya lantang, nada bicaranya blak-blakan. “Bupati dan gubernur jangan banyak jalan-jalan ke luar negeri menggunakan dana otsus.”
Tak berhenti di situ, Prabowo seolah ingin memastikan komitmen mereka. Ia bertanya langsung, meminta jawaban yang jelas.
“Bisa? Bisa ya?”
Artikel Terkait
Menerima Diri di Awal Tahun: Antara New Me dan Kelelahan yang Tak Terucap
Beijing Hukum Mati Bos Mafia Myanmar, Sinyal Keras untuk Pelaku Penipuan Lintas Batas
AS Cabut Staf Non-Darurat dari Niger Usai Serangan ISIS di Bandara Niamey
Siklus Keracunan MBG: Klarifikasi, Maaf, dan Janji yang Tak Pernah Tuntas