Dan dari ruangan itu, jawaban serempak pun terdengar.
“Bisa.”
Namun begitu, Prabowo rupanya tak hanya mengandalkan komitmen lisan. Ia punya langkah lain. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, diberi tugas khusus untuk mengawasi. Di era sekarang, kata Prabowo, pengawasan jadi lebih mungkin.
“Ini sekarang rakyatmu sudah pintar-pintar, semua punya gadget,” ujarnya.
“Nanti Mendagri awasi ya, jangan ada gubernur bupati terlalu lama di Jakarta,” tutup Prabowo. Sebuah peringatan sekaligus instruksi yang gamblang. Dana triliunan itu, jelas harus sampai ke tujuan. Tak boleh tersendat di jalan.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sejalan dengan Semangat Proklamasi
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sebagai Jiwa Republik di Harlah Satu Abad
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002