Undangan pernikahan sudah beredar. Tapi, rencana bahagia Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, untuk anaknya harus berubah drastis. Penyebabnya? Banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayahnya. Acara yang sedianya digelar awal Desember 2025 itu akhirnya dibatalkan.
Padahal, semua persiapan sudah berjalan. Namun begitu, bencana alam tak pernah memberi kabar sebelum datang. Di tengah situasi sulit itu, Mahyeldi memutuskan untuk turun langsung membantu masyarakat yang terdampak.
Keputusan berat itu ia sampaikan lewat akun Instagram pribadinya.
“Sebagai ayah, tentu saya ingin hadir dalam momen bahagia keluarga. Namun sebagai Gubernur, saya harus mendahulukan amanah. Melihat kondisi Sumatera Barat yang sedang dilanda bencana, saya dan keluarga sepakat untuk membatalkan pesta pernikahan anak kami pada 6–7 Desember 2025,”
Ucap Mahyeldi. Suaranya, lewat tulisan itu, terasa berat.
Ia pun tak lupa meminta maaf. Bukan keputusan gampang, tapi ia merasa mustahil merayakan kebahagiaan pribadi sementara banyak warganya sedang berduka dan berjuang.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada karib kerabat dan seluruh undangan. Keputusan ini bukan hal yang mudah, tetapi inilah bentuk hormat kami kepada masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan,”
“Hari ini, hati saya bukan hanya untuk keluarga saya, tetapi untuk ribuan keluarga di Sumatera Barat. Tugas saya adalah memastikan pemulihan berjalan sebaik-baiknya.”
Di sisi lain, kabar dari BNPB sungguh memilukan. Data korban jiwa terus merangkak naik. Hingga Selasa, 2 Desember, angka korban meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah mencapai 604 orang. Lonjakan yang signifikan dari data sebelumnya yang tercatat 442 orang. Situasi inilah yang, tampaknya, semakin menguatkan langkah sang gubernur untuk memprioritaskan rakyatnya di atas segalanya.
Artikel Terkait
Polri-FBI Bongkar Sindikat Phishing Global, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Pengacara di Cianjur Ditangkap di Bogor
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak