Sopir Truk Protes Penolakan Muatan dengan Parkir Melintang di Pelabuhan BBJ

- Senin, 16 Maret 2026 | 05:45 WIB
Sopir Truk Protes Penolakan Muatan dengan Parkir Melintang di Pelabuhan BBJ

Beberapa orang kemudian bergegas mencari sang sopir. Tak butuh waktu lama, pria itu ditemukan dan mendatangi truknya dengan wajah masam, masih menyimpan kekesalan yang jelas terpancar.

Saat sejumlah wartawan mendekat dan menanyai, sopir itu mengeluarkan unek-uneknya. Katanya, truknya ditolak naik oleh petugas pelabuhan. Kenapa ditolak? Ia enggan menjelaskan panjang lebar.

"Ditolak, tanya ke yang nolak," jawabnya singkat, ketus.

Rupanya, itulah puncak dari penantian panjangnya. Sudah tiga hari ia terombang-ambing di pelabuhan, dan penolakan itu adalah titik puncaknya. Alat berat yang diangkutnya disebut-sebut melebihi batas ketinggian yang diizinkan kapal. Itu alasan penolakannya.

"Ditolak, nggak tahu siapa yang nolak. Udah 3 hari di sini. Sengaja (diparkir melintang)," ujarnya lagi, mengakui aksinya memang disengaja sebagai bentuk protes.

Setelah suasana agak mereda dan Menteri Dudy meninggalkan lokasi, akhirnya ada titik terang. Truk beserta alat berat itu kemudian diarahkan oleh petugas ke dermaga lain. Di sana, kapal jenis LCT yang lebih sesuai menunggu. Masalah selesai, tapi kesal yang tertanam di benak sopir itu, mungkin butuh waktu lebih lama untuk menghilang.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar